Aku buat cerpen ini karena terinspirasi sama lagunya CherryBelle yang Dilema itu… Maaf kalo gasuka sama cerpennya. C & L jangan lupa yaaa:D enjoy read J
---
Tuhan tolong aku
Ku tak dapat menahan rasa di dadaku
Ingin aku memiliki
Namun dia ada yang punya
“Senyum dia yang buat gue suka sama dia, Zev. Ntah kenapa… Senyum nya itu kaya magnet. Yang menarik hati gue” ucap seorang gadis manis suatu saat. Sivia. Atau, lebih singkat dipanggil
Via.
“Hmmm… Gue juga suka senyum nya dia… Manis banget…” balas teman gadis itu. Cantik juga, Zevana namanya.
---
Sivia Azizah. Gadis manis ini rupanya sedang mengalami jatuh cinta. Ya, jatuh cinta terhadap The Most Wanted Boy. Alvin Jonathan Sindunata. Alvin yang mempunyai kepribadian cuek dan tegas tersebut ternyata mampu menarik hati Sivia… ya… Sivia…
---
“Vi! Gue lagi seneng banget deh!” teriak Zeva di kelas saat menaruh tas nya dibangkunya. Bangku disebelah Sivia.
“Kenapa emangnya Zev?” Tanya Sivia kebingungan dengan tingkah Zeva yang tidak biasa di pagi itu.
“Gue ditembak orang yang gue sukai. Rasanya seneng banget Vi!” histeris Zeva
“Selamat yaaa. Langgeng sama cowok lo…” jawab Via sambil tersenyum manis
“Makasih Vi… amin…”
---
“Kantin yuk Vi!” ajak Zeva
“Yuk”
@ Kantin
“Ngomong ngomong nih Ze, kok lo gapernah sih kasih tau pacar lo itu siapa? Padahal udah dua bulan lebih lo pacaran…”tanya Sivia
“Yaaa gapapa hehehe, ntar kalo udah setahun baru gue kasih tau” koor Zeva sambil menjulurkan lidahnya
“Aelah Zeee kelamaan tauuu”jawab Via sambil mencubit pelan lengan Zeva
“Biarinnn hoho”
‘Maaf Vi, aku gabisa ngasih tau siapa pacar aku. Aku gak mau kamu sakit hati…’
Ya, sebenarnya Zeva adalah kekasih dari Alvin. Oleh karena itu Zeva tidak mau memberi tahu siapa pacarnya. Mungkin seperti teman yang menusuk dari belakang memang. Tapi, Zeva juga menyukai Alvin. Cinta bisa saja datang secara tak wajar bukan?
---
“Zeva… gue mau cerita…” ucap Sivia pada Zeva di pagi yang mendung itu
“Okay! Nanti pulang sekolah kita ke taman sekolah yaaa”
“Iya…”
---
“Ze…” Sivia memulai pembicaraan. Wajahnya terlihat murung
“Ya Siv?” jawab Zeva
“Katanya… Alvin udah punya pacar ya?”
“Iy…. Eh nggak Vi nggak…”
“Jujur sama gue Ze. Tadi Cakka bilang sama gue, katanya Alvin udah punya pacar…”
“Eh… I….Iya Vi...Sebenernya dia udah punya pacar…”
“Siapa pacarnya Ze?” Tanya Sivia cepat
‘Glek’. Zeva menelan ludah. Dia serasa sangat menyesal telah mengatakan Alvin sudah punya
pacar. Sekarang dia bingung untuk menjawab pertanyaan Sivia tersebut.
“Ze?” Tanya Sivia sambil mendadahdadahkan(?) tangannya ke muka Zeva.
“Eh iya, apa Vi?” Tanya Zeva gemetaran.
“Nggak. Kok lo tiba-tiba diem?”
“Euh… gapapa kok…”
“Ohhh…. Eh iya, tadi pertanyaan gue. Pacarnya Alvin siapa?” Tanya Sivia(lagi)
“Ehhmmm…Gue….Gue gatau Vi…”
“Oh gitu… oke deh… eh gue pulang ya… mendung nih.”
“Okee…dadah Viaa!”
“Dadah..”
Tuhan bantu aku
Ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus kukatakan
Hatiku bimbang jadi tak menentu
“itu kan… Zeva ya? Cowok nya siapa tuh? Pacarnya kali ya? Samperin ahhh” gumam Sivia saat di
Mall. Ya, dia ingin beristirahat dari segala kepenatan nya.
“Zevanaa!” sapa Sivia sumingrah sambil menepuk bahu Zeva
“Eh hal……. SIVIA?” kaget Zeva
“Iyaaa ini guee! Eh itu cowok lo ya? Kenalin dong!” pinta Sivia sambil menunjuk cowok yang dimaksud. Wajahnya tidak terlihat karena ia menghadap belakang”
“Eh… Vi…”
“Loh? ALVIN?” kaget Via
“Eh, hei Vi” balas Alvin singkat
“Loh? Kalian pacaran?” Tanya Via
“Iya”Jawab Alvin
Sivia sudah tidak bisa membendung air matanya. Mata beningnya membentuk sungai kecil. Sivia terisak.
“Zevana…. Jadi lo pacarnya Alvin? Lo jahat sama gue Zev! Lo nusuk gue dari belakang!” isak Sivia. Ia pun berlari keluar dan pulang.
“Tapi Vi…” ucap Zeva terpotong
---
Bukan maksud diriku
Melukai hatimu
Namun aku juga wanita
Yang ingin merasakan cinta
Zevana terdiam di kamarnya. Dia galau. Jujur, dia sangat tak ingin melukai hati Sivia yang notabenenya adalah sahabatnya. Namun… dia juga mencintai Alvin. Dilema.
“Seandainya gue gak jatuh cinta sama Alvin… Seandainya sama orang lain… Pasti Sivia gak akan jadi gini”
“Seandainya gue gak nerima Alvin…”
“Tuhan, bantu gue…”
Zevana terus mengucapkan kalimat-kalimat penyesalan. Dia merasakan dilema. Dia merasakan kegalauan yang sangat akut. Ya, Zevana…
---
“Hemm… seger deh abis mandii..” Gumam Sivia di kamarnya. Pikirannya sudah agak tenang.
“Gue akan berusaha melupakan Alvin… Cowok lain masih banyak… ya…”
“Lagian, Zeva kan sahabat gue… Jadi gapapa dong…”
“Gue akan bilang sama Zeva kalo gue dukung hubungan dia sama Alvin!”
---
“Pagi Zevanaaa… Pagi Alvin…” sapa Sivia disertai senyum sumingrah esok harinya di sekolah
“Pagi juga… Sivia.. Lo gapapa?” Tanya Zeva
“Gapapa dong!! Gue dukung hubungan lo sama Alvin… Longlast ya kalian… aduhhh gue ditinggal
jombloo dehh” jawab Via masih dengan senyum manisnya
“Makasih ya Vi! Maaf gue udah bikin hati lo sakit…” balas Alvin
“Yep! Eh gue ke toilet dulu ya! Dadah Zeva sama Alvin… yang mesra yaaa!” pamit Sivia sambil menjulurkan lidahnya
---
Sivia membalikan badannya. Air matanya tampak menetes deras. Walaupun begitu tidak ada yang melihat. Sivia langsung mehapus air matanya dan kembali tersenyum. Sivia…
---
Yeeee udah selesee:P
Aduh ancur yaa?._. maaap yaaaaa…..semoga ada yang baca cerita gajelas ini.-. berantakan deh jalan ceritanyaaa==”
Maaf cerpennya pendek.-.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar